PageRank Checker

Laman

Quote

Quote

Dilarang mengcopy isi dari semua blog ini atau menyalahgunakan isi dari blog ini. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Labels List

Quote

Search

Total Tayangan Halaman

Random Post

Recent Posts

BlogRoll

Protected by Copyscape Online Plagiarism Detection
Program Affiliate Indowebmaker
Minggu, 08 Januari 2017

Diselamatkan oleh warga - part 10

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Lalu aq sendiri keluar dari bus melihat perumahan dikampung itu, yang sepi dan mencekam, hari waktu itu menunjukan pukul 3 sore, beberapa dari kami sudah kelelahan, lalu dari sudut jalan buntu kami mendengar suara dari rumah tingkat di ujung, perumahan itu, dan berteriak," hai , kamu yang disana, kemarilah, disini aman, hanya saja dibawah kami ada lumayan banyak zombie". lalu, kami juga dengar teriakan di dekat ujung berlawanan, rumah tingkat juga, tetapi yang ini wanita, dan dia berteriak,"Bisakah aq ikut kalian?", kami sudah habis persediaan mknan, dibawah kami banyak zombie.

Lalu kami berdiskusi beserta tentara, jumlah kami sekitar 35 orang, jadi kami berencana membagi 2 kelompok 17 orang. Pertama kami harus tahu jumlah zombie dan amunisi yang kami miliki, dan juga resiko yg kami ambil apakah sepadan dengan tujuan kami kerumah itu, karena di rumah tingkat itu, kami melihat penghuni, dan aman karena pagarnya berjeruji dan tinggi tinggi dan tak bisa di dobrak, karena dihalangi drngan truk.

Sedangkan rumah tingkat satunya, yang dimiliki ibu ibu, sama juga, pagarnya tinggi dan kuat, karena pagarnya dihalangi oleh atap dan tembok yang hancur dan rusak yang menimpa pagarr itu.

lalu akhirnya aq , hellen, duma, fadli, sugi dan rahman serta beberapa guru dan siswa pergi kerumah bapak itu, sedangkan tentara, hendra dan roy serta yg lain pergi kerumah ibu i'tu.

Dalam perjalanan kami melihat bnyk zombie. lantas kami biikin rencana untuk menjebak para zombie zombie itu, lalu kupasang benang yg sangat tajam, kuikatkan pada beberapa area, jika zombie2 mengejar maka bisa dipastikan tubuhnya alan terbelah dan mati.
dan kuberi tulisan jangan lewat sini ada benang tajam.

setelah semua terpasang, langkah kedua adalah memancing para zombi ini. yang pasti begitu zombie2 mengejar aq dan rahman, sedangkan yg lain lgs mnuju kermh bp itu.

lalu ketika sudah siap, hellen memberi kode, dan tentara yg disana jg mrlakukan yang sama dg caraku, langsunglah aq dan rahman beteriak.
dan kami juga membawa senjata, siapa tahu dari dpn kami ada zombie.

lalu kami mulai dikejar para zombie, yang datang cukup banyak dari rmh bp itu. Aq langsung berlari, dan zombie2 mengejar, lalu kami lewati jebakan demi jebakan, tetapi para zombie blm juga habis, kami kewalahan diluar rencana. Aq dan rahman semakin bingung, dan kamipun berlari lari  entah kmna jln itu menuju.

lalu rahman berkata,"ini jalan mnuju kmn yah? , apakah kita tersesat yah jer?" tanya rahmn, lalu kusahut, ntahah, bisa jd man, sambil kami berbicara dan berhenti, di blkg kami mulsi mengejar psra zombie uni.

Akhirnya kuputuskan untuk melangkah lanjut krn kami tak kenal daerah itu.

bersambung
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Jerry
Kamis, 29 Desember 2016

Pergi dari Tol Cengkareng -- part 9

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg






Akhirnya helikoperpun tiba, dan menyelamatkan kami, hanya saja kapasitas kami memerlukan 2 x penjemputan, akhirnya helikopter penyelamat itu penuh dan pergi meninggalkan kami yang tersisa. Lalu selang 20 menit kemudian, mayor prabolo dikontak dari markas, katanya helikopter penumpang akan dipake untuk menjemput para pejabat pejabat DEPELER, dan para anggota dewan eksekutif dan pengusaha pengusaha kaya.

setelah debat sengit dengan markas, komunikasipun terrputus, mayor plabolo begitu kesal, dan letkol binsar menenangkanya, setelah itu aq pun pergi kebawah menemui hendra, rahman dan hellen.







Dan aq memberitahu ke semua, bawa kita tidak dijemput, jegerr.. kami mendengar suara ledakan dari jauh sepertinya dari pemukiman warga, emtah apa yang terjadi disana, dan itu membuat kami penasaran, dan sepertinya juga kami mendengar rentetan peluru, dan semmakin lama semakin dekat kearah kami, tapi bukan hanya itu saja kami juga mendengar eraman zombie zombie, akhirnya aq pun mengambil senjata riffe dan melompat keluar dan berlari menuju tembok yang jebol itu,, aq berhati hati mengarahkn senapan aq kearah depan siapa tahu dari balik tembok itu ada beberapa zombie , dan ternyata tidak, ada.







Disaat itu juga aq melihat wanita berlari kearah aq sambil berteriak mnta tolong dan dibelakangnya ada 2 pria yang seperti mengejarnya tetapi dibelakangnya lagi banyka gerombolan zombie. Semakin lama semakin dekat dan ternyata wajah itu tak asing lagi, itu seperti sdrinya hellen, dan dibelakangku seperti sugi dan fadli dengan membawa senjata dan tas ransel. lalu tak disangka dibelakangku muncul bnyk zombie, sial kataku, lalu kutembaki mereka dan para tentara itupun melompat dan berlari kearahku dan membantuku, lalu tentara itu bertanya siapa mereka yang berlari itu, sahut aq, "mereka teman temanku pak". akhirnya duma dan fadli serta sugi pun bertemu kami, lalu kata letkol binsar lekas kalian ke bus kami akan menahan mereka disini, tidak jawabku, saya akan bntu bpk menahan mereka, fadli , sugi, serahkan granat atau amunisi kalian, dan pergilah ke bus itu bersama duma, baik kata sugi, sedangkan mayor plabolo memasang claymore,setelah terpasang kami melempar granat agar ada jarak yang cukup saat zombie2 masuk lewat dinding yg jebol ini.







selang beberapa detik, jeder.. ledakan claymore tadi membuat hancur dinding pembatas sehingga menjadi lebih besar, dan kami pun tersungkur akibat ledakan tadi, tapi zombie zombie yg tdk terkena merangsek dan hendak mengejar kami, tetapi rahman dan hendra menolng aq dan tentara itu mereka menmbaki zoombie dari atap mobil, dan akhirnya a berlari kebus dan memanjat dan menginjak atap mobil, dan para tentara itupun selamat mereka masuk melalui kolong mobil dsn memasuki bus. Sungguh mebuat adrenalinku naik, tetapi zombie zombie ini berdatangan dari arah samping kiri belakang, dan mulai muncul dari depan kami, waduhh... kita dikepung.







lalu mayor plabolo kembali mengkontak markas, dan heli masih dipake, kalau kita bertahan disini bakalan jebol, sedangkan zombie zombie dibelakang banyak sekali, didepan juga, ahh begini kita masuk saja ke pemukiman warga, karena mulai sedikit penumpang bus, sehingga kamipun ringan pas tanjakan bisa masuk kepemukiman warga, akhirnya aq bilang ke driver bus bus itu agar mengikuti mobil yang didepan kami.

ahh sial jaln buntu, tapi paling tidak kami ssudah jauh dari kejaran zombie zombie itu.




Bersambung..
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Serangan zombie di Tol Cengkareng -- part 8

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Dalam perjalanan kami ke bandara, kami tidak sengaja melihat tentara yang sewaktu dikostan, tentara itu kini tinggal bertiga dimana diawal kami melihat ada 5 tentara, dengan membawa perlengkapan senjata berat dan berbagai peledak dan pistol, dan kami mengangkut mereka bertiga serta melanjutkan perjalanan, ketika itu juga kami melihat banyak pesawat pesawat diatas kami, dan kira kira setengah jam kemudian kami mendengarkan ledakan, kami tahu kota bekasi telah dihujani bom bom untuk memusnahkan para zombie.

Lalu tentara itu mulai berbicara dan memperkenalkan diri, perkenalkan saya komandan wirado bersama kedua anak buah saya, ini letkol binsar, dan yang satu lagi mayor prabolo kami sedang ,menunggu jemputan, tetapi tak disangka helikopter telah penuh , karena kami mengutamakan warga sipil, dan rencana kami dijemput di daerah ceman, tepatnya dekat tol jatibenung. Lalu salah satu dari guru dan ari mengobrol dengan tentara itu sedangkan aq dan para siswa duduk, aq duduk paling belakang sambil mengecek hp yang kini mulai lobat.

Selang memasuki tol cengkareng, kami melihat dari kejauhan mobil-mobil berhenti dan yang tampak hanyalah kekacauan, sial bagaimana ini, kata guru yang mengendarai bus ini, sebaiknya kita menghubungi markas untuk mengirimkan helikopter, kata komandan wirado. dan juga zombie2 itu tidak ada disini, lalu bagaimana klo para zombie itu berdatangan disaat yg tidak kita duga memenuhi jln jln ini ndan? kata letkol binsar,"kita harus buat jalan dan pergi untuk menghindari kerumunan mereka yang bisa menyebabkan bus bus ini merangsek masuk kedalam. dan menyerang kita. ,"Ada baiknya kita bikin pertahanan, mayor kau kontak markas dan kau letkol buat parameter pengaman disisi kiri dan kanan bus, aq akan mensteril daerah depan, hei kamu siapa namamu, saya ari pak, baik mas ari kau ikut denganku karena kulihat kau memegang senjata, aripun merlihatku mungkin ia teringat bawa senjata itu pemberian dariku.

Lalu ari dan komandan itu berjalan, hari itu kebetulan pukul 11 pagi, para siswa dan guru pun mulai kelaparan, masalahnya kebutuhan mknan kami tdklajh cukup untuk srmuanya, akhirnya kami semua pun berbagi, dan sebagian guru pria ada yg menolak mkn, lalu aq mulai berpikir, lalu aq mendekati mayor prabolo, maaf pak, Apakah helikopter akan datang menjemput kami, ia hanya dua heli, satu heli bisa menampung 30 orang. jadi berapa jumlah kalian kurang lebih 130 orang pak, wah klo bgtu aq beritahu markas, akhirnya mereka kirim 3 helikopter penumpang. dan akan sampai dlm waktu 20 menitan... disaat kami sedang berbicara, tiba tiba dari samping kiri kanan kami muncul zombie, dan kutahu itu karena ada siswa yg teriak mlihat zombie yang sedang mengarah ke letkol binsar, lgs saja mlalui interkom mayor binsar mengkontak letkol binsar, lalu bunyilah suara tembakan.. ari dan komandan pun berlari kearah kami, selang beberapa menit, munculah banyak zombie dari samping kanan kami, ternyata ada dinding yang jebol yang tidak kami lihat, sedangkan ari dan komandan cukup jauh, dan tak sempat karena arah balik mereka sudah ditutupi para zombie yang mengarah kami.

Dan mereka pun pergi meninggalkannkami, disaat itulah kami berpisah. lalu mayor prabolo, menggontak markas untuk membawa heli tempur bersama tentara karena kami dikepung para zombie. lalu ku wa hendra , batre tinggal 4% , dan buruan kassih tahu driver yg dibelakang agar segera mundur, lalu kita tabrak rame rame, akhirnya hendra kluar dari mobil dan memberitahu ke semua driver, dan semua bus bus mulai mundur.


tetapi makin lama makin banyak ternyata disebelah tol cengkareng itu ada pemukiman warga, yg sudah berubah jadi zombie, dan bus bus pun tak sanggup begitu bnyknya, padahal tinggal 10 mnt lg, jemputan dtg. Lalu akhirnya semua bus berhenti dan kusuruh hendra membentuk formasi bat, sehingga yang ditengah aman, dan pintu masuk bus pun dibuat pertashanan agar zombie tdk bisa masuk.

Setelah itu kami buat mulailah kami menembaki, zombie zombie dari atap bus, sedangkan teman temanku yg lain berjaga siapa tahu ada yg masuk melalui kolong bus, para murid dan guru masih berada didalam mereka teriak histeris dan menangis, tetapi beberapa guru lainnya menenangkan mereka agar jgn panik, sedangkan aq bersama tentara sibuk menembaki zombie zombie itu, akhirnya..




Bersambung.
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Terbebas dari sekolah -- part 7

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Aq didepan dan ari dibelakang kami mengawal para guru tersebut. Pas mau turun ditangga lt 2 ada beberapa zombie berkeliaran dan apesnya dilorong lt 2 dipenuhi para zombie,, kulihat dari atas sandi dan rahman menghabisi zombie2 dilapangan lalu kubilang ke para guru tersebut, kalian tunggu disini ari kau tidak usah ikut jaga guru guru ini aja, bila aq kenapa kenapa kembalilah ke kelas, dan pegang hp ini, supaya kamu bisa kontak dengan mereka.

Lalu aq pun bersiap menyerang para zombie, prinsip untuk melawan zombie adalah menjaga jarak dari serangan zombie yang membabi buta, disitu kita harus lincah cepat dan jangan sampai terpojok, aq langsung turun kutebas zombie zombie itu sambil kutndang biar ada jarak dan sedikit menyerang kalau yang bergerombol ku tembak dengan riffle, semua kutebas, lalu keluarlah semua zombie Zombie dari ruangan dilantai 2 dan semua pintu terbuka, begitu banyaknya langsung kuambil 1 dari 5 granat, kearah mereka, jebummm.... sura itu menhancurkan atap jendela dan kaca sekolah itu , ku lempar lagi granat ke dua jebumm, sambil aq tembakan riffleku ke arah mereka,lalu kulempar lagi grnat ke tiga, jeboomm.. runtuhlah lt 2 khirnya banyak zoombie yg jatuh, lalu ari berteriak kepada rahman dan sandi agar menyingkir dari situ, zombie zombie semakin beringas mengejar sandi dan rahman, dan keduanya lari ke pagar tetapi sandi terjatuh, dan tertangkap zombie dan berteriak, rahmanpun berlari menaiki pagar tanpa menolong sandi. dan sandipun tewas.

Aripun menangis, dan aq pun tak bisa berbuat banyak krn masih menghadapi sisa sisa zombie di lt 2. Setelah kuhabisi zombie di lt 2 drngan mudah ku tembaki zombie2 yg ada di bawah semua. dan ku melihat sandi tergeletak yang sudah tergigit dimkn zombie, dan sandipun berubah jadi zombie, "maafkan aq kawan", dor. Lalu kupanggil ari, dan para guru pun berlari ke bawah mengikuti ari, dan kukawal sampai aman, semua zombie sdh kuhabisi.. lalu ari berkata kepadaku," jer, hendra wa kamu, klo dijalan sana berdatangan zombie zombie," ahh pasti karena suara ledakan tadi..., bilang ke hendra... gilas dulu zombie2 itu biar kita pergi sama2 , aq pergi dg ari naik bus sekolah. Lalu dibalas lagi, lalu bagaimana dg sdrinya hellen dan teman kita, "entahlah", aq tidak tahu harus bilang apa, tapi yang penting kita harus menghindar dari tempat ini, balasku. Akhirnya hendrapun menjelaskan ke hellen, dan sepertinya hellen sedih dan menolak tidak terima kehilangan sdrinya, tetapi hendra meyakinkanya bagaimanapun kawan kita menjaga sdrimu , aq kenal betul kawanku itu len, kata hendra. Dan akhirnya hellenpun diam dan hanya menangis, Dan Akhirnya hendrapun menabrak zombie2 itu berulang kali. bolak balik , sambil para murid dan guru turun dan menaiki bus sekolah.


Akhirnya kamipun keluar pintu gerbang dibuka dan kami semua berangkat ke bandara.




Bersambung. atau Tamat yah?.
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Kutemukan Ari - part 6

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Di lt 3 ini kulihat aneh sekali, karena kulihat di sebelah ujung disana ada beberapa ruangan yang menyala sepertinya orang orang pada lari keatas dan mengunci pintu, dan aq penasaran semoga saja manusia bukan zombie. Aq pun menyiapkan golok aq, ku melangkah perlahan lahan, ruangan 1-5 terkunci hanya gelap saja, lalu pas diruangan 6-8 lampu menyala lalu kuintip diruangan 6 kulihat para siswa smu sedang tertidur pulas, lalu kuintip ruangan 7 guru guru dan murid bnyk sekali disitu, nah pas di ujung kulihat ari dengan guru2 sedang berbicara seperti hendak merencanakan sesuatu.


Lalu ku ketukan kaca, tak..tak.. tak.. lalu mereka semua melihatku terutama ari yang heran dan kaget, dia langsung berlari mendekati jendela yang berjeruji itu, "jer, gila lu masih hidup, mana yang lain?", sahutku, buka dulu pintunya biar kita bisa bicara di dalam, tetapi ada guru yang mencegah jgn dibuka pintu itu siapa tahu dia terinfeksi, ku dengar perkataan guru itu, lalu aq memanggil ari dengan mengetuk jendela, "ri , blg ke orang itu bisa kalian periksa didalam nanti, masalahnya kita tidak punya waktu untuk bertahan ditempat ini", Akhirnya ari meyakinkan mereka, dan sampai didalam aq pun diperiksa, dan setelah diperiksa, hpku bergetar, kulihat pesan WA yang masuk dari hendra, mereka semua sudah ada didalam mobil, lekas tinggalkanntempat ini, karena tempat ini akan di bomb dari udara, aq dpt info dari berita di radio headsetku, gawat pikirku, lalu kubalas kapan tepatnya mnurut brita?, lalu di balas hendra, pukul 24.00 , lalu kulihat jamku pukul 21.30. ahh sial kita g punya bnyyknwktu blm lagi kearah bandara. lalu kuketik, tunggu kami, kami segera datang.


Lalu ku kabari ari, dan memberikan kondisi dan situasinya, dan para guru guru dan murid harus segera pergi meninggalkan temmpat ini karena temmpat ini akan segera di bomb. Lalu salah ssatu dari guru itu bertanya kepada aq, kemana kita pergi? ke bandara, disana tempat pertahanan terbaik, dan tempat tinggal sementara, dari bandara nanti kita akan pergi ke slaha satu pulau, yaitu kalimantan, sulawesi, irian jaya dan sumatera.

Tapi kami banyak siswa siswi kami, dan kami sangat takut sekali dengan zombie zombie yang ada diluar sana, lalu aq tegaskan, itu pilihan kalian lebih baik mati berjuang daripada tidak sama sekali. Lalu guru2 mengumpulkan para siswa dan siswi diruangan 8 sehingga ruangan itu penuh sesak, akhirnya kira 2 ada 80 siswa siswi sedangkan guru2 ada sekitar 35 orang,

Ok di belakang sekolah ada 5 bus sekolah, dan semua kunci moobil bus sekolah itu ada di ruangn bengkel di ujung sana , sambil menunjuk ke arah posisi berlawanan, tempat dimana ditemukannya roy. Ok gini aja kami berlima akan membawa mobiil kehalaman depan, setelah terkumpul kalian bisa langsung kebawah dengan berjalan tanpa berlari, karena itu menimbulkan suara yang bisa menarik perhatian, lalu bagaimana dengan gerbangnya? gerbang kita buka ketika semua mobil sudah berjalan, tapi masalahnya kami berlima butuh pengawalan untuk mengambil kunci kunci itu. dalam hatiku sial, kita gak punya bnyk waktu ini. lalu kulihat semua para siswa dan guru guru yang begitu berharap, akhirnya saya mengiyakan.

Lalu kami bertujuh 5 guru dan aq juga ari, keluar mengawal mereka. lalu ku chat ke rahman dan sandi, agar bikin barikade mengamankan kedatangan kami dengan memberi kode cahaya ke arah kami.


Dan perjalananpun dimulai.



Bersambung.
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

mencari ari -- part 5

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Malam itu semakin dingin, aq menyusuri lorong di gedung itu memeriksa ruangan kelas, sungguh mencekam bila sendiri, mana gelap gulita, dengan pelan pelan ku melangkah kedepan memastikan tidak menginjak benda yang bisa menimbulkan suara, setiap ruangan pasti ada saklar lampu, di depanku nah akhirnya aq menemukan ruangan kelas, kusenter dari jendela luar ruangan kelas itu kosong. Lalu kupegang gagang pintu itu, dan kubuka pelan-pelan, dan kucari saklar lampu dan kunyalakan, lalu ku keluar lagi. sambil memberitahu mereka agar meninggalkan jejak dengan menyalakan saklar lampu.

Lalu ketika aq sudah selesai memberitahu mereka, aq mendengar suara... seperti suara benturan... , sontak saja aq reflek langsung mengarahkan senter dan senjataku.., kejadian itu benar benar buat aq merinding, karena ada suara tapi tak ada zombie atau orang... kutelusuri setiap jengkal, ku senter di setiap lorong dan ruangan kelas di lt 1. akhirnya setelah sampai ujung semua aman, aq sangat lega sekali, dan kini naik ke lt dua. dan kulihat di seberang sana kulihat lampu lampu bagian mereka juga menyala hanya saja mereka sepertinya masih di lt satu.

Aq memberitahu mereka kini aq sudah di lt dua dan memeriksa. kembali aq menyusuri lorong di lt dua tetapi, di lt dua sungguh aneh .. ada jejak darah dan kaca kaca pecah, beda sekali di lt satu yang masih bagus , kutelusuri banyak kacakaca berhamburan, dan kertas kertas berserakan, aq punya firasat di lt dua ini sepertinya ada zombie, masalahnya berapa banyak zombie zombie di lt dua ini ? aq kemudian mematikan senter, sambil melempar serpihan kaca ke depan karena kulihat ada beberapa pintu terbuka, taskutnya kluar banyak zombie. Ku jalan pelan pelan lihat depan belakang, kiri kanan, ini lebih seram dibanding lt satu, banyak kaca kaca berserakan ,dan akhirnya aq mendengar suara, dan suara itu tidak asing kudengar..., ternyata suara itu adalah zombie, dia mengeram, kudengar samar samar sermakin kudekati semakin jelas, suara suara itu semakin rame, ouh tidak pikirku, tapi kuberanikan diri, dengan pelan pelan dan kuintip dari jendela, ya ampun, banyak sekali, anak anak sma itu yang jadi zombie, lalu aq jongkok sambil jalan memastikan tidak menarik perhatian mereka. dan kuberhasil, masih ada 4 dari 8 ruangan di lt dua yang berhasil kulewati, pas mau melewati ruangan ke 5 aq dgr suara eraman juga, hanya saja pintunya terbuka, sial kataku, klo kutembak pasti menimbulkan suara pasti pintu dibelakangku ruangan 4 didobrak oleh zombie dan terbuka, lalu aq gunakan golok saja ditasku, aq menunggu zombie itu dibelakang pintu, karena aq tidak ingin menimbulkan suara yang bisa jadi perhatian, dan lagi aq tak tahu brapa banyak zombie diruangan ke 5.

Sial ini zombie ga klua kluar, dengan penasaran kulempar serpihan kaca kearah kaca, pletak!! dan zombienya pun akhirnya kluar, langsung aq tebas dari belakang, blezet..crot., dan ternyata lumayan bnyk juga zombie zombie di ruangan ke 5, lalu aq pelan pelan menutup pintu itu.. klek.. ahh....aman. lalu kulanjutkan lagi diruangan ke 6, pintu terbuka tetapi tak kudengar suara zombie, lalu kuintip pelan-pelan, dan ada beberapa zombie hanya saja agak diujung sana, lalu ku tutup pintu pelan-pelan... klek. dan kulanjutkan di ruangan ke 7 sambil berjalan jongkok. Pintu terbuka dan kuintip ada security dan guru guru dan murid jadi zombie lalu kututup pintu plan plan klek.

Akhirnya di ruangan trakhir, pintu tertutup, dan kulanjutkan naik ke lt3 tapi pas sudah di lt 3 hp bergetar, dan mereka menemukan roy, di lt 2. mnurut informasi roy dan ari berpisah, katanya ari ada diposisiku, hanya saja aq belum menemukan ari, akhirnya aq chat ke mereka, menanyakan adakah tempat ruangan aman di gedung ini? lalu di balas ada, dimana? balasku , di ruangan kepala sekolah posisinya ada di lt 1 dekat mereka, dan sudah ditandai. tapi berhubung kita tujuanya mo pergi lagi, kusuruh mereka menuju ke mobil.dan hendra kusuruh bantu amankan kedatangan mereka di mobil.

Dan kini kulanjutkan di lt 3 lantai teratas dan kuharap ari tidak berubah jadi zombie...




Bersambung
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Menjemput roy dan ari -- part 4

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg


Lalu ketika kupanggil hendra dan sandi, kulihat dari jauh gerombolan zombie yang sangat banyak sekali, pikirku celaka 12, sambil teriak.. teriak rahman memanggil namaku dari jauh,",jer kau dimana, buruan nyalakan mobil itu, lalu datanglah helen, hendra dan sandi, lalu kukatakan cepat kalian masukan semua barang2 ke mobil, dan helenpun menyalakan mobil dan aq menjaganya, ketika semua sudah masuk pas datanglah rahman ke mobil itu. zombie zombie pun muncul dari segala arah, dan kamipun pergi dengan selamat, dalam perjalanan semua merasa lelah dan ketakutan, dan kami semua diam, setelah beberapa menit kamipun sampai di indoapril, tapi tampak sepi ketika kami masuk, lalu kata sandi, "dimana mereka?" , wah bagaimana ini, hendra dan rahmanpun bingung dan mencari mereka, tetapi kammi hanya menemukan stok kebutuhan mknan dan minuman yang tergeletak di lantai, sedangkan helen menangisi saudarinya duma, dia merasa sedih dan kuatir, lalu aq bilang keteman teman, " ok , guys.. begini saja, kita semua tidak tahu apa yang terjadi disini ketika kita pergi, tetapi yang pasti roy dan ari sudah menggu kita di sekolahan itu, ada baiknya kita nanti pikirkan cara menemukan mereka setibanya kita disekolahan itu".

Tetapi, Helen ingin sekali mencari saudarinya, " aq mau mencari duma!!", berikan aq senjata, biarkan ku mencari dia, aq tidak ingin terjadi apa apa dengannya, lalu aq tegaskan ke hellen, aq mengerti perasaan kamu, kami juga kehilangan teman kami, tapi aq yakin mereka melindungi saudarimu itu, len, dari awal aqw sudah bilang sebelum pergi agar mereka menjaga saudarimu itu, dan kau dengar sendirikan?" sahutku.

Akhirnya, hellenpun mrnyadari dan ikut kesekolahan. dalam perjalanan kesekolahan keadaan dijalanpun semakin mencekam karena hari itu mulai gelap, dalam benakku aq harap, roy dan ari dalam keadaan baik baik saja, disekolahan. disatu sisi aq juga berharap sugi dan fadli bisa menjaga duma dlm keadaan aman.

Dan tak terasa kamipun sampai di depan gerbang sekolahan, dan kusuruh helen segera mematikan mobil dan jangan bersuara, melainkan berbisik, karena kami khawatir bila ada zombie disekitar kami, sambil kami merencanakan bagaimana masuk ke sekolahan itu.

Lalu kuatur rencana, bersama mereka, ok gini yah kita tidak tahu situasi dan keadaan roy serta ari untuk saat ini, dan kita tak boleh teriak memanggil mereka, karena itu menarik perhatian zombie zombie yang ada disekolah itu, "lalu bagaimana cara menemukan mereka?" , tanya rahman, mudah kita gunakan sandi cahaya, mksd lo jer? tanya sandi, e..eh bkn kamu sandi, mksdku cahaya yang menggunakan sandi, haha.... semua tertawa.. psssttt.... ingat suara!! kataku.

Ok siapa disini bisa sandi cahaya?
sandi, hendra dan rahmanpun diam, lalu hellen berkjata aq bisa jer.

baik berhubung hellen keluar, siapa diantara kalian bertiga bisa mengendarai mobil, aq bisa kata, hendra. Ok, "nah, kau rahman dan sandi kalian jaga hellen, aq sendiri dan kau hendra jaga mobil ini, dan ingat jangan bersuara, dan pastikan kalian ada hpkan, semua mengganguk, ok hp kalian disilent, pastikan cek ada pulsa? dan kalian miskol ke nomorku, dan nanti komunikasi kita lewat wa aja. mereka pun mengangguk. ingt tugas kita mencari roy dan ari, bila sudah ada yang menemukan beritahu dan kasih informsi langkh selnjutnya. Semua sudah paham? tanyaku, semua mengangguk, lalu hendra bertanya, "jer, gemana nanti kalu dimobil aq mau bab, atau kencing?", astaga lu ndra noh di digot kn bisa ssambil liat kiri kanan, sahut sandi, semua tertawa kecil, sambil menekap mulut.

sudah..sudah, yuk kita pergi, tutup pintu mobil pelan peln, dan kamu hellen bisa kamu panjat pagar itu? tanyaku, dan dia pun tak menjawab dan langsung mnaiki pagar sekolahan itu, kami bertiga, rahman,sandi dan aq hanya bengong melihat begitu lincahnya hellen menaiki tangga itu. Lalu kamipun menyusul menaiki tangga. dan begitu kami sampai didalam hendra melemparkan peralatan dan senjata yang kami butuhkan. begitu selesai hendrapun masuk kedalam mobil.

Ok teman teman samakan jam kalian, sekarang jam 7:45 menit, dan bilamana tidak menemukan roy dan ari, kita akan kembali berkumpul disini, dan bilamana satu dari kita bermasalah dengan handphone pastikan kalian kembali ke mobil, dan bilamana kalian menemukan tenpat istirahat yang dirassa aman dan strategis tandai tempat itu dan beritahu. jadi siapapun yang pertama menemukan merreka konfirmssi ok.. sip jer, sahut rahman.

Baiklah kalian liht ada 3 lantai gedung sekolah ini, kalian kekanan aq kekiri. , tapi tunggu jer, tahan andi, kamu yakin sendiri, bagaimana kalau kita sama-sama aq tidak mau lu knapa knapa, hahha... tenang aja sand, kataku, gw ada ini sambil nunjukin riffle senjata otomatis, ahh curang lu kata rahman, eh.. kalian jadi ga sih cari teman kalian itu sahut hellen... iyaa iya, let's go kata rahman sambil berlari kecil. Dan akhirnya kamipun berpisah dibarengi rasa was was kami terhadap zombie pada malam itu...



Bersambung
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg