PageRank Checker

Laman

Quote

Quote

Dilarang mengcopy isi dari semua blog ini atau menyalahgunakan isi dari blog ini. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Labels List

Quote

Search

Total Tayangan Halaman

Random Post

Recent Posts

BlogRoll

Protected by Copyscape Online Plagiarism Detection
Program Affiliate Indowebmaker
Minggu, 08 Januari 2017

Kebutuhan makanan dan minuman menipis - part 12

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Akupun sangat kuatir dengan hendra apa yang terjadi dengan mereka, lalu akhirnya kuberitahukan hal ini kepada komandan wirado, dan ia memutuskan untuk menyelamatkan anak buahnya, beserta ke 8 tentara dan polisi itu.

Untunglah kami mempunyai kebutuhan yang tersisa, sehingga saat itu kami bisa makan dan minum. lalu datanglah bp pemilik rumah, memberitahu kami bahwa dekat dari sini ada indomaret dan alfamart, dan ia mengusulkan agar mengambil semua dan membawanya kemari.

ia tetapi masalahnya kita harus menunggu, esok karena kalau kita pergi bagaimana dengan para siswa dan guru yang kita tinggalkan, lagipula amunisi dan senjata tidak terlalu banyak, kata rahman. Lalu ari menyahut ,"bagaimana cara kita membunuh zombie2 itu tanpa menimbulkan suara yang bising"., tapi menurutku kita tinggal disini saja, lagian para tentara itu akan kembali dan walau tidak kembali kita akan dapat bantuan, kata helen.

"Bagaimana kamu yakin, kalau tentara itu akan kembali kemari, dan apa pasti bantuan datang?" tanya rahman, lalu kujawab menurutku begini saja, daripada kita berdebat lebih baik, benar kata bp ini, kita butuh mkanan dan minuman sebanyak mungkin, kita habisi zombie2 ini dengan senjata yang ada, tapi kita serangnya saat menjelang pagi. dan satu lagi untuk memperlambat mereka kita pasang jebakan.

jadi begini rencanaku teman teman, kau ari jaga bp ini, dan kau ellen menyiapkan jebakan dissat kami datang, aq dan rahman mengamankan barangkali ada zombie2 di dalam.

kau helen pasang tali benang ini, disitu, sambil aq tunjuk dari atas, kemudian di bagian pohon itu kau ikatkan lagi benang, supaya dari arah depan dan samping kami tidak ada zombie, jadi dengfan demikian kita bisa aman, lalu sebagai rencana cadangan, kau taruh besi atau benda apapun yang terbuat dari benda tumpul atau senjata apapun kecuali senjata api, taruh ditengah tengah, jadi besok kita lihat sikon dulu, klo terlalu banyak, berarti kita batalkan, kita susun rencana ulang, tapi tetap jebakan dipasang, jadi bagaimana menurut kalian? tanyaku.

Lalu ada seorang guru berkata," apakah kami bisa membantu membawa makanan, karena kami tahu kalian pasti terlalu berat membawanya , bila kami ikut membantu pasti meringankan, bukan" sahut guru pria itu, kami tidak ingin berdiam diri saja kami ingin membantu dan siap terima resikonya.

hmm.. bagus jawab bapak pemilik rumah itu. baik klo begitu, jaga dan awasi tempat ini dg aman hingga kami kembali, yang pria ikut kami, yang wanita berjaga dan membantu teman kami helen, dan kau helen yang memimpin selama kami pergi, kataku.

keesokan harinyapun kami pergi, dan tidak jauh dari rumah itu, kamipun melintas dengan aman, sunyi senyap sepi sekali, kami mengendap ngendap dengan hati hati , ada beberapa zombie di dpn minimarket itu, lalu kamipun beramai ramai menghajar dan membunuhnya, keadaan diluar masi sepi, syukurlah dalam hatiku berkata. lalu aq dan rahmanpun mulai masuk, dan menghajar para zombie di dalam, dan mencek disetiap sudut dan ruangan, lumayan menegangkan, tapi untunglah semua kosong.... lalu segeralah kami keluar dan menyuruh semua masuk dan segera membawa sebanyak mungkin, mknan dan minuman, setelah semuanya selesai, kami mendengar tembakan dan ledakan, dan bp itu memberitahu klo itu berasal dari arah rumah bapak itu.

Sial kataku, ini diluar rencana, dan bp itu berteriak ayo semua kembali, lalu kataku tunggu dulu, tetapi tidak ada yg menghiraukan karena mereka sangat ketakutan.

Sedangkan ada beberapa guru dan murid yang masih menunggu komandoku, dan ari berkata ,"Ayo lekas jer kita pergi dari sini". terlambat ri sahutku, aq yakin tentara tentara itu dikejar bnyk zombie makanya ada ledakan dan rentetan peluru, ya sdh klo kau tidak pergi, semoga selamat. lalu sahut rahman "Masih sempat kok , jer, lekas, sambil rahman berlari". lalu kutatap ari, dan ari menatapku

lalu aripun berlari meninggalkan kami, akhirnya kusuruh orang-orang ikut denganku,dan kebetulan ada suatu gudang, dan sempat diluar kulihat anak tangga dan kubawa masuk kedalam, dan kamipun membawa semua mknan dan minuman ke dlm gudang.

lalu kusuruh orang agar mengunci gudang itu dan memblokade dengan lemari serta benda2 berat, kebetulan di gudang itu tidak ada jendela hanya ada ventilasi udara.

Dan akhirnya aq membuat jalan kluar dengan cara mlalui ventilasi udara, disitu kami ada 6 orang. akhirnya setelah kami selesai membuat jln kluar mlalui ventilasi, kamipun kaget, karena ada suara orang teriak minta tolong, dan salah satu murid mengenal itu suara guru kami, tapi semuanya terlambat, ketika ssuara teriakan mnta tolong digantikjan suara eraman para zombie.

Aq tidak tahu bagaimana keadaan ari dan rahman aq harap mereka selamat.

bersambung.

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Jerry

bala bantuan - part 11

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Aq dan rahman terus berlari dan mencari tempat yang aman, tetapi dengan logika kami ikutin jalan utama, di depan kami banyak zombie dan diblkg kami jg bnyk zombie, lalu tidak ada pilihan kita lawan zombie2 yg didepan... kami berjalan menghabisi semua zombie, dengan golok dan pemukul besi.

riffle yg kupanggul ku gunakn dg irit, serta granat yg tersisa 2. kamipun terus mlangkah ke depan, dan akhirnya kami menemukan posisi rumah besar bp itu, lalu di depan kami bnyk zombie zombie yang berdatangan yang semakin banyak, sial kataku, kami terpojok, lalu kulihat zombie zombie yang di depan kami berjatuhan, kulihat komandan Wirado dan ari, menghujani tembakan bersama 8 orang tentara dan polisi, dari samping dan berjalan kearah kami, lalu rahman berteriak, cepat kalian semuya lari kemari, sambil menunjuk rahman berjata dibelakang kami bnyk zombie mengejar.

merekapun berlari sedangkan aq dan rahman menahan zombie zombie yg mengejar diblkg kami, setelah semua masuk kamipun melihat duma, hellen,sugi,fadli serta guru dan murid selamat, dan bpk pemilik rmh itu pun mengunci dan mnahamya dgn truk.

nah pas sekali hari sudah mulai pukul 5 sore. kamipun berjaga bergantian didekat truk itu, dan yang lainnya beristirahat didlm rumah
sedangkan hendra dan para tentara kami tahu kondisi mereka, rmh ini terhalang dgn rmh disebelah sehingga kami tidak tahu persis rumah tingkat ibu itu.

lalu aq mencaz hp, dan memberkan informasi selengkap mungkin pada hendra, hanya saja tak dibalas-balas setelah 4 jam berlalu.Akhirnya komandan wirando memberitahu pada kami, bahwa bantuan akan datang tapi 3 hari lagi.

bersambung
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Jerry

Diselamatkan oleh warga - part 10

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Lalu aq sendiri keluar dari bus melihat perumahan dikampung itu, yang sepi dan mencekam, hari waktu itu menunjukan pukul 3 sore, beberapa dari kami sudah kelelahan, lalu dari sudut jalan buntu kami mendengar suara dari rumah tingkat di ujung, perumahan itu, dan berteriak," hai , kamu yang disana, kemarilah, disini aman, hanya saja dibawah kami ada lumayan banyak zombie". lalu, kami juga dengar teriakan di dekat ujung berlawanan, rumah tingkat juga, tetapi yang ini wanita, dan dia berteriak,"Bisakah aq ikut kalian?", kami sudah habis persediaan mknan, dibawah kami banyak zombie.

Lalu kami berdiskusi beserta tentara, jumlah kami sekitar 35 orang, jadi kami berencana membagi 2 kelompok 17 orang. Pertama kami harus tahu jumlah zombie dan amunisi yang kami miliki, dan juga resiko yg kami ambil apakah sepadan dengan tujuan kami kerumah itu, karena di rumah tingkat itu, kami melihat penghuni, dan aman karena pagarnya berjeruji dan tinggi tinggi dan tak bisa di dobrak, karena dihalangi drngan truk.

Sedangkan rumah tingkat satunya, yang dimiliki ibu ibu, sama juga, pagarnya tinggi dan kuat, karena pagarnya dihalangi oleh atap dan tembok yang hancur dan rusak yang menimpa pagarr itu.

lalu akhirnya aq , hellen, duma, fadli, sugi dan rahman serta beberapa guru dan siswa pergi kerumah bapak itu, sedangkan tentara, hendra dan roy serta yg lain pergi kerumah ibu i'tu.

Dalam perjalanan kami melihat bnyk zombie. lantas kami biikin rencana untuk menjebak para zombie zombie itu, lalu kupasang benang yg sangat tajam, kuikatkan pada beberapa area, jika zombie2 mengejar maka bisa dipastikan tubuhnya alan terbelah dan mati.
dan kuberi tulisan jangan lewat sini ada benang tajam.

setelah semua terpasang, langkah kedua adalah memancing para zombi ini. yang pasti begitu zombie2 mengejar aq dan rahman, sedangkan yg lain lgs mnuju kermh bp itu.

lalu ketika sudah siap, hellen memberi kode, dan tentara yg disana jg mrlakukan yang sama dg caraku, langsunglah aq dan rahman beteriak.
dan kami juga membawa senjata, siapa tahu dari dpn kami ada zombie.

lalu kami mulai dikejar para zombie, yang datang cukup banyak dari rmh bp itu. Aq langsung berlari, dan zombie2 mengejar, lalu kami lewati jebakan demi jebakan, tetapi para zombie blm juga habis, kami kewalahan diluar rencana. Aq dan rahman semakin bingung, dan kamipun berlari lari  entah kmna jln itu menuju.

lalu rahman berkata,"ini jalan mnuju kmn yah? , apakah kita tersesat yah jer?" tanya rahmn, lalu kusahut, ntahah, bisa jd man, sambil kami berbicara dan berhenti, di blkg kami mulsi mengejar psra zombie uni.

Akhirnya kuputuskan untuk melangkah lanjut krn kami tak kenal daerah itu.

bersambung
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Jerry
Kamis, 29 Desember 2016

Pergi dari Tol Cengkareng -- part 9

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg






Akhirnya helikoperpun tiba, dan menyelamatkan kami, hanya saja kapasitas kami memerlukan 2 x penjemputan, akhirnya helikopter penyelamat itu penuh dan pergi meninggalkan kami yang tersisa. Lalu selang 20 menit kemudian, mayor prabolo dikontak dari markas, katanya helikopter penumpang akan dipake untuk menjemput para pejabat pejabat DEPELER, dan para anggota dewan eksekutif dan pengusaha pengusaha kaya.

setelah debat sengit dengan markas, komunikasipun terrputus, mayor plabolo begitu kesal, dan letkol binsar menenangkanya, setelah itu aq pun pergi kebawah menemui hendra, rahman dan hellen.







Dan aq memberitahu ke semua, bawa kita tidak dijemput, jegerr.. kami mendengar suara ledakan dari jauh sepertinya dari pemukiman warga, emtah apa yang terjadi disana, dan itu membuat kami penasaran, dan sepertinya juga kami mendengar rentetan peluru, dan semmakin lama semakin dekat kearah kami, tapi bukan hanya itu saja kami juga mendengar eraman zombie zombie, akhirnya aq pun mengambil senjata riffe dan melompat keluar dan berlari menuju tembok yang jebol itu,, aq berhati hati mengarahkn senapan aq kearah depan siapa tahu dari balik tembok itu ada beberapa zombie , dan ternyata tidak, ada.







Disaat itu juga aq melihat wanita berlari kearah aq sambil berteriak mnta tolong dan dibelakangnya ada 2 pria yang seperti mengejarnya tetapi dibelakangnya lagi banyka gerombolan zombie. Semakin lama semakin dekat dan ternyata wajah itu tak asing lagi, itu seperti sdrinya hellen, dan dibelakangku seperti sugi dan fadli dengan membawa senjata dan tas ransel. lalu tak disangka dibelakangku muncul bnyk zombie, sial kataku, lalu kutembaki mereka dan para tentara itupun melompat dan berlari kearahku dan membantuku, lalu tentara itu bertanya siapa mereka yang berlari itu, sahut aq, "mereka teman temanku pak". akhirnya duma dan fadli serta sugi pun bertemu kami, lalu kata letkol binsar lekas kalian ke bus kami akan menahan mereka disini, tidak jawabku, saya akan bntu bpk menahan mereka, fadli , sugi, serahkan granat atau amunisi kalian, dan pergilah ke bus itu bersama duma, baik kata sugi, sedangkan mayor plabolo memasang claymore,setelah terpasang kami melempar granat agar ada jarak yang cukup saat zombie2 masuk lewat dinding yg jebol ini.







selang beberapa detik, jeder.. ledakan claymore tadi membuat hancur dinding pembatas sehingga menjadi lebih besar, dan kami pun tersungkur akibat ledakan tadi, tapi zombie zombie yg tdk terkena merangsek dan hendak mengejar kami, tetapi rahman dan hendra menolng aq dan tentara itu mereka menmbaki zoombie dari atap mobil, dan akhirnya a berlari kebus dan memanjat dan menginjak atap mobil, dan para tentara itupun selamat mereka masuk melalui kolong mobil dsn memasuki bus. Sungguh mebuat adrenalinku naik, tetapi zombie zombie ini berdatangan dari arah samping kiri belakang, dan mulai muncul dari depan kami, waduhh... kita dikepung.







lalu mayor plabolo kembali mengkontak markas, dan heli masih dipake, kalau kita bertahan disini bakalan jebol, sedangkan zombie zombie dibelakang banyak sekali, didepan juga, ahh begini kita masuk saja ke pemukiman warga, karena mulai sedikit penumpang bus, sehingga kamipun ringan pas tanjakan bisa masuk kepemukiman warga, akhirnya aq bilang ke driver bus bus itu agar mengikuti mobil yang didepan kami.

ahh sial jaln buntu, tapi paling tidak kami ssudah jauh dari kejaran zombie zombie itu.




Bersambung..
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Serangan zombie di Tol Cengkareng -- part 8

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Dalam perjalanan kami ke bandara, kami tidak sengaja melihat tentara yang sewaktu dikostan, tentara itu kini tinggal bertiga dimana diawal kami melihat ada 5 tentara, dengan membawa perlengkapan senjata berat dan berbagai peledak dan pistol, dan kami mengangkut mereka bertiga serta melanjutkan perjalanan, ketika itu juga kami melihat banyak pesawat pesawat diatas kami, dan kira kira setengah jam kemudian kami mendengarkan ledakan, kami tahu kota bekasi telah dihujani bom bom untuk memusnahkan para zombie.

Lalu tentara itu mulai berbicara dan memperkenalkan diri, perkenalkan saya komandan wirado bersama kedua anak buah saya, ini letkol binsar, dan yang satu lagi mayor prabolo kami sedang ,menunggu jemputan, tetapi tak disangka helikopter telah penuh , karena kami mengutamakan warga sipil, dan rencana kami dijemput di daerah ceman, tepatnya dekat tol jatibenung. Lalu salah satu dari guru dan ari mengobrol dengan tentara itu sedangkan aq dan para siswa duduk, aq duduk paling belakang sambil mengecek hp yang kini mulai lobat.

Selang memasuki tol cengkareng, kami melihat dari kejauhan mobil-mobil berhenti dan yang tampak hanyalah kekacauan, sial bagaimana ini, kata guru yang mengendarai bus ini, sebaiknya kita menghubungi markas untuk mengirimkan helikopter, kata komandan wirado. dan juga zombie2 itu tidak ada disini, lalu bagaimana klo para zombie itu berdatangan disaat yg tidak kita duga memenuhi jln jln ini ndan? kata letkol binsar,"kita harus buat jalan dan pergi untuk menghindari kerumunan mereka yang bisa menyebabkan bus bus ini merangsek masuk kedalam. dan menyerang kita. ,"Ada baiknya kita bikin pertahanan, mayor kau kontak markas dan kau letkol buat parameter pengaman disisi kiri dan kanan bus, aq akan mensteril daerah depan, hei kamu siapa namamu, saya ari pak, baik mas ari kau ikut denganku karena kulihat kau memegang senjata, aripun merlihatku mungkin ia teringat bawa senjata itu pemberian dariku.

Lalu ari dan komandan itu berjalan, hari itu kebetulan pukul 11 pagi, para siswa dan guru pun mulai kelaparan, masalahnya kebutuhan mknan kami tdklajh cukup untuk srmuanya, akhirnya kami semua pun berbagi, dan sebagian guru pria ada yg menolak mkn, lalu aq mulai berpikir, lalu aq mendekati mayor prabolo, maaf pak, Apakah helikopter akan datang menjemput kami, ia hanya dua heli, satu heli bisa menampung 30 orang. jadi berapa jumlah kalian kurang lebih 130 orang pak, wah klo bgtu aq beritahu markas, akhirnya mereka kirim 3 helikopter penumpang. dan akan sampai dlm waktu 20 menitan... disaat kami sedang berbicara, tiba tiba dari samping kiri kanan kami muncul zombie, dan kutahu itu karena ada siswa yg teriak mlihat zombie yang sedang mengarah ke letkol binsar, lgs saja mlalui interkom mayor binsar mengkontak letkol binsar, lalu bunyilah suara tembakan.. ari dan komandan pun berlari kearah kami, selang beberapa menit, munculah banyak zombie dari samping kanan kami, ternyata ada dinding yang jebol yang tidak kami lihat, sedangkan ari dan komandan cukup jauh, dan tak sempat karena arah balik mereka sudah ditutupi para zombie yang mengarah kami.

Dan mereka pun pergi meninggalkannkami, disaat itulah kami berpisah. lalu mayor prabolo, menggontak markas untuk membawa heli tempur bersama tentara karena kami dikepung para zombie. lalu ku wa hendra , batre tinggal 4% , dan buruan kassih tahu driver yg dibelakang agar segera mundur, lalu kita tabrak rame rame, akhirnya hendra kluar dari mobil dan memberitahu ke semua driver, dan semua bus bus mulai mundur.


tetapi makin lama makin banyak ternyata disebelah tol cengkareng itu ada pemukiman warga, yg sudah berubah jadi zombie, dan bus bus pun tak sanggup begitu bnyknya, padahal tinggal 10 mnt lg, jemputan dtg. Lalu akhirnya semua bus berhenti dan kusuruh hendra membentuk formasi bat, sehingga yang ditengah aman, dan pintu masuk bus pun dibuat pertashanan agar zombie tdk bisa masuk.

Setelah itu kami buat mulailah kami menembaki, zombie zombie dari atap bus, sedangkan teman temanku yg lain berjaga siapa tahu ada yg masuk melalui kolong bus, para murid dan guru masih berada didalam mereka teriak histeris dan menangis, tetapi beberapa guru lainnya menenangkan mereka agar jgn panik, sedangkan aq bersama tentara sibuk menembaki zombie zombie itu, akhirnya..




Bersambung.
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Terbebas dari sekolah -- part 7

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Aq didepan dan ari dibelakang kami mengawal para guru tersebut. Pas mau turun ditangga lt 2 ada beberapa zombie berkeliaran dan apesnya dilorong lt 2 dipenuhi para zombie,, kulihat dari atas sandi dan rahman menghabisi zombie2 dilapangan lalu kubilang ke para guru tersebut, kalian tunggu disini ari kau tidak usah ikut jaga guru guru ini aja, bila aq kenapa kenapa kembalilah ke kelas, dan pegang hp ini, supaya kamu bisa kontak dengan mereka.

Lalu aq pun bersiap menyerang para zombie, prinsip untuk melawan zombie adalah menjaga jarak dari serangan zombie yang membabi buta, disitu kita harus lincah cepat dan jangan sampai terpojok, aq langsung turun kutebas zombie zombie itu sambil kutndang biar ada jarak dan sedikit menyerang kalau yang bergerombol ku tembak dengan riffle, semua kutebas, lalu keluarlah semua zombie Zombie dari ruangan dilantai 2 dan semua pintu terbuka, begitu banyaknya langsung kuambil 1 dari 5 granat, kearah mereka, jebummm.... sura itu menhancurkan atap jendela dan kaca sekolah itu , ku lempar lagi granat ke dua jebumm, sambil aq tembakan riffleku ke arah mereka,lalu kulempar lagi grnat ke tiga, jeboomm.. runtuhlah lt 2 khirnya banyak zoombie yg jatuh, lalu ari berteriak kepada rahman dan sandi agar menyingkir dari situ, zombie zombie semakin beringas mengejar sandi dan rahman, dan keduanya lari ke pagar tetapi sandi terjatuh, dan tertangkap zombie dan berteriak, rahmanpun berlari menaiki pagar tanpa menolong sandi. dan sandipun tewas.

Aripun menangis, dan aq pun tak bisa berbuat banyak krn masih menghadapi sisa sisa zombie di lt 2. Setelah kuhabisi zombie di lt 2 drngan mudah ku tembaki zombie2 yg ada di bawah semua. dan ku melihat sandi tergeletak yang sudah tergigit dimkn zombie, dan sandipun berubah jadi zombie, "maafkan aq kawan", dor. Lalu kupanggil ari, dan para guru pun berlari ke bawah mengikuti ari, dan kukawal sampai aman, semua zombie sdh kuhabisi.. lalu ari berkata kepadaku," jer, hendra wa kamu, klo dijalan sana berdatangan zombie zombie," ahh pasti karena suara ledakan tadi..., bilang ke hendra... gilas dulu zombie2 itu biar kita pergi sama2 , aq pergi dg ari naik bus sekolah. Lalu dibalas lagi, lalu bagaimana dg sdrinya hellen dan teman kita, "entahlah", aq tidak tahu harus bilang apa, tapi yang penting kita harus menghindar dari tempat ini, balasku. Akhirnya hendrapun menjelaskan ke hellen, dan sepertinya hellen sedih dan menolak tidak terima kehilangan sdrinya, tetapi hendra meyakinkanya bagaimanapun kawan kita menjaga sdrimu , aq kenal betul kawanku itu len, kata hendra. Dan akhirnya hellenpun diam dan hanya menangis, Dan Akhirnya hendrapun menabrak zombie2 itu berulang kali. bolak balik , sambil para murid dan guru turun dan menaiki bus sekolah.


Akhirnya kamipun keluar pintu gerbang dibuka dan kami semua berangkat ke bandara.




Bersambung. atau Tamat yah?.
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Kutemukan Ari - part 6

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Di lt 3 ini kulihat aneh sekali, karena kulihat di sebelah ujung disana ada beberapa ruangan yang menyala sepertinya orang orang pada lari keatas dan mengunci pintu, dan aq penasaran semoga saja manusia bukan zombie. Aq pun menyiapkan golok aq, ku melangkah perlahan lahan, ruangan 1-5 terkunci hanya gelap saja, lalu pas diruangan 6-8 lampu menyala lalu kuintip diruangan 6 kulihat para siswa smu sedang tertidur pulas, lalu kuintip ruangan 7 guru guru dan murid bnyk sekali disitu, nah pas di ujung kulihat ari dengan guru2 sedang berbicara seperti hendak merencanakan sesuatu.


Lalu ku ketukan kaca, tak..tak.. tak.. lalu mereka semua melihatku terutama ari yang heran dan kaget, dia langsung berlari mendekati jendela yang berjeruji itu, "jer, gila lu masih hidup, mana yang lain?", sahutku, buka dulu pintunya biar kita bisa bicara di dalam, tetapi ada guru yang mencegah jgn dibuka pintu itu siapa tahu dia terinfeksi, ku dengar perkataan guru itu, lalu aq memanggil ari dengan mengetuk jendela, "ri , blg ke orang itu bisa kalian periksa didalam nanti, masalahnya kita tidak punya waktu untuk bertahan ditempat ini", Akhirnya ari meyakinkan mereka, dan sampai didalam aq pun diperiksa, dan setelah diperiksa, hpku bergetar, kulihat pesan WA yang masuk dari hendra, mereka semua sudah ada didalam mobil, lekas tinggalkanntempat ini, karena tempat ini akan di bomb dari udara, aq dpt info dari berita di radio headsetku, gawat pikirku, lalu kubalas kapan tepatnya mnurut brita?, lalu di balas hendra, pukul 24.00 , lalu kulihat jamku pukul 21.30. ahh sial kita g punya bnyyknwktu blm lagi kearah bandara. lalu kuketik, tunggu kami, kami segera datang.


Lalu ku kabari ari, dan memberikan kondisi dan situasinya, dan para guru guru dan murid harus segera pergi meninggalkan temmpat ini karena temmpat ini akan segera di bomb. Lalu salah ssatu dari guru itu bertanya kepada aq, kemana kita pergi? ke bandara, disana tempat pertahanan terbaik, dan tempat tinggal sementara, dari bandara nanti kita akan pergi ke slaha satu pulau, yaitu kalimantan, sulawesi, irian jaya dan sumatera.

Tapi kami banyak siswa siswi kami, dan kami sangat takut sekali dengan zombie zombie yang ada diluar sana, lalu aq tegaskan, itu pilihan kalian lebih baik mati berjuang daripada tidak sama sekali. Lalu guru2 mengumpulkan para siswa dan siswi diruangan 8 sehingga ruangan itu penuh sesak, akhirnya kira 2 ada 80 siswa siswi sedangkan guru2 ada sekitar 35 orang,

Ok di belakang sekolah ada 5 bus sekolah, dan semua kunci moobil bus sekolah itu ada di ruangn bengkel di ujung sana , sambil menunjuk ke arah posisi berlawanan, tempat dimana ditemukannya roy. Ok gini aja kami berlima akan membawa mobiil kehalaman depan, setelah terkumpul kalian bisa langsung kebawah dengan berjalan tanpa berlari, karena itu menimbulkan suara yang bisa menarik perhatian, lalu bagaimana dengan gerbangnya? gerbang kita buka ketika semua mobil sudah berjalan, tapi masalahnya kami berlima butuh pengawalan untuk mengambil kunci kunci itu. dalam hatiku sial, kita gak punya bnyk waktu ini. lalu kulihat semua para siswa dan guru guru yang begitu berharap, akhirnya saya mengiyakan.

Lalu kami bertujuh 5 guru dan aq juga ari, keluar mengawal mereka. lalu ku chat ke rahman dan sandi, agar bikin barikade mengamankan kedatangan kami dengan memberi kode cahaya ke arah kami.


Dan perjalananpun dimulai.



Bersambung.
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg