PageRank Checker

Laman

Quote

Quote

Dilarang mengcopy isi dari semua blog ini atau menyalahgunakan isi dari blog ini. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Labels List

Quote

Search

Total Tayangan Laman

Loading...

Random Post

Recent Posts

BlogRoll

Kutemukan Ari - part 6

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Di lt 3 ini kulihat aneh sekali, karena kulihat di sebelah ujung disana ada beberapa ruangan yang menyala sepertinya orang orang pada lari keatas dan mengunci pintu, dan aq penasaran semoga saja manusia bukan zombie. Aq pun menyiapkan golok aq, ku melangkah perlahan lahan, ruangan 1-5 terkunci hanya gelap saja, lalu pas diruangan 6-8 lampu menyala lalu kuintip diruangan 6 kulihat para siswa smu sedang tertidur pulas, lalu kuintip ruangan 7 guru guru dan murid bnyk sekali disitu, nah pas di ujung kulihat ari dengan guru2 sedang berbicara seperti hendak merencanakan sesuatu.


Lalu ku ketukan kaca, tak..tak.. tak.. lalu mereka semua melihatku terutama ari yang heran dan kaget, dia langsung berlari mendekati jendela yang berjeruji itu, "jer, gila lu masih hidup, mana yang lain?", sahutku, buka dulu pintunya biar kita bisa bicara di dalam, tetapi ada guru yang mencegah jgn dibuka pintu itu siapa tahu dia terinfeksi, ku dengar perkataan guru itu, lalu aq memanggil ari dengan mengetuk jendela, "ri , blg ke orang itu bisa kalian periksa didalam nanti, masalahnya kita tidak punya waktu untuk bertahan ditempat ini", Akhirnya ari meyakinkan mereka, dan sampai didalam aq pun diperiksa, dan setelah diperiksa, hpku bergetar, kulihat pesan WA yang masuk dari hendra, mereka semua sudah ada didalam mobil, lekas tinggalkanntempat ini, karena tempat ini akan di bomb dari udara, aq dpt info dari berita di radio headsetku, gawat pikirku, lalu kubalas kapan tepatnya mnurut brita?, lalu di balas hendra, pukul 24.00 , lalu kulihat jamku pukul 21.30. ahh sial kita g punya bnyyknwktu blm lagi kearah bandara. lalu kuketik, tunggu kami, kami segera datang.


Lalu ku kabari ari, dan memberikan kondisi dan situasinya, dan para guru guru dan murid harus segera pergi meninggalkan temmpat ini karena temmpat ini akan segera di bomb. Lalu salah ssatu dari guru itu bertanya kepada aq, kemana kita pergi? ke bandara, disana tempat pertahanan terbaik, dan tempat tinggal sementara, dari bandara nanti kita akan pergi ke slaha satu pulau, yaitu kalimantan, sulawesi, irian jaya dan sumatera.

Tapi kami banyak siswa siswi kami, dan kami sangat takut sekali dengan zombie zombie yang ada diluar sana, lalu aq tegaskan, itu pilihan kalian lebih baik mati berjuang daripada tidak sama sekali. Lalu guru2 mengumpulkan para siswa dan siswi diruangan 8 sehingga ruangan itu penuh sesak, akhirnya kira 2 ada 80 siswa siswi sedangkan guru2 ada sekitar 35 orang,

Ok di belakang sekolah ada 5 bus sekolah, dan semua kunci moobil bus sekolah itu ada di ruangn bengkel di ujung sana , sambil menunjuk ke arah posisi berlawanan, tempat dimana ditemukannya roy. Ok gini aja kami berlima akan membawa mobiil kehalaman depan, setelah terkumpul kalian bisa langsung kebawah dengan berjalan tanpa berlari, karena itu menimbulkan suara yang bisa menarik perhatian, lalu bagaimana dengan gerbangnya? gerbang kita buka ketika semua mobil sudah berjalan, tapi masalahnya kami berlima butuh pengawalan untuk mengambil kunci kunci itu. dalam hatiku sial, kita gak punya bnyk waktu ini. lalu kulihat semua para siswa dan guru guru yang begitu berharap, akhirnya saya mengiyakan.

Lalu kami bertujuh 5 guru dan aq juga ari, keluar mengawal mereka. lalu ku chat ke rahman dan sandi, agar bikin barikade mengamankan kedatangan kami dengan memberi kode cahaya ke arah kami.


Dan perjalananpun dimulai.



Bersambung.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori kutemukan ari / part 6 dengan judul Kutemukan Ari - part 6. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://cjmankeren.blogspot.com/2016/12/kutemukan-ari-part-5.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Jerry - Kamis, 29 Desember 2016
Comments
0 Comments

Belum ada komentar untuk "Kutemukan Ari - part 6"

Posting Komentar